Thursday, 27 May 2010

baru-baru ini si matre XP betul-betul membuat semua orang serba salah. ceritanya gini. saya punya teman yang punya laptop TOSHIBA SATELITE L45-xx, OS defaultnyasih emang simatre VISTA HOME PREMIUM. kemudian lama kelamaan di pakai, yach seperti biasa, penyakit umum Windows yaitu Virus. setelah laptop tersebut virusnya semakin menjamur, akhirnya yach sampailah pada tahap OS g bisa di pakai. kemudian teman saya meminta saya untuk menginstalkan kembali XP nya. Sebelumnya emang,saya pernah nginstall si Matre tanpa hambatan di laptop tersebut. tapi kali ini keadaan itu berbeda. saat saya ingin install ulang, cuma tampil pesan configure..bla..bla, terus blank(layar hitam)g bisa masuk ke menu installasi. Kemudian saya colek2 setingan BIOSnya(ceritanya mau cari setingan IDE nya, karena di punya saya, tinggal nyolek pada bagian itu, udah beres dech). dan ternyata di setingan biosnya saya tidak menemukan configurasi tentang IDE. kemudian saya coba beri saran keteman saya untuk pakai UBUNTU(KK), teman saya setuju aja, karena biar gimana juga, Si Matrenya udah g bisa di gunakan. setelah nginstallkan OS UBUNTU, saya coba lagi boot cd Xp(masalahnya tante dari teman saya merupakan salah satu pecandu Windows..:)..peace...). baru kebetulan dia lagi nyusun tesisnya. jadi keberadaan si Matre di laptop itu sangatlah berarti baginya. akan tetapi karena berulang kali di coba, tetap juga ga bisa di install(sebenarnya kalau pakai VISTA sih bisa, hanya aku punya rencana untuk memberikan terapi linux pada dia....hahahahah). dan akhirnya dia memaksakan diri untuk menggunkaan linux, walaupun terpaksa, karena kami mengatakan kalau laptop tersebut tidak bisa di installkan windos. berjalan beberapa bulan laptop tersebut bertahan dengan OS GNU Linux doank.. kemudian saya kembali di minta untuk nginstallin windos di laptop tersebut. lagi-lagi kasus yang sama, setelah beberapa minggu mnggunakan linux, tetap tidak bisa booting cd Xp, kemudian saya mencoba semua koleksi simatre bajakan saya dan beberapa punya teman. tetap juga ga bisa(lagi-lagi saya tidak mau installkan vista...:P). kemudian suatu saat saya mengganti GNU Linuxnya, saya coba gunakan Linux yg diberikan julukan si kembang desa oleh developernya. yach secar interface emang sedikit mirip dengan windows. tapi disinilah kesalah saya, karena setelah nginstall saya lupa konfigurasi lilonya, supaya timer di boot loadernya ga aktif. akhirnya saat tane teman saya menyalakn laptop tersebut, karena ga ngerti cara masuk ke Linuxnya(lupa deberikan training)akhrnya dia sempat kebingungan di depan laptop samapai laptop tersebut Lowbet..ckckckckck, kebetulan waktu dia nyalain laptop tersebut teman saya belom bangun(maklum tidurnya si tokang ngoprek keknya gtu..hahahahahah). wah setelah teman saya bangun disini lah puncak kepanikan itu terjadi...teman saya sempat di nyenyer...hahahahah. setelah mendengar kejadian itu terjadi, barulah saya mencoba nginstallkan VISTA. dan tanpa maslah semua berjalan lancar. dari cerita di atas muncul beberpa pertnyaan dari saya, yang jawabannya pasti berpariasi:
1. Candu apasih yang di gunakan Microsof sehingga usernya benar2 susah lepas darinya?
2. jika melihat situasinya, posisi user gimana? terikat or bebas?
3. Gimana jika disuatu keadaan kita sudah benar2 tidak bisa menggunakan Windows?
4. berikut kutipan kalimat yg di katakan tante taman sy ketika panik "biasanya semakin modern apapun itu..tolls yang di tawarkan pasti akan lebih memudahkan user", terus gimana jika seandainya suatu saat tools itu ternyata tdak bisa di gunakan di komputer yg kita punya?
5. kalau seandainya user sadar akan posisinya yang kecanduan..apakah yang dia lakukan?

mungkin masih banyak lagi pertanyaan yang bisa muncul..
sekarang pertanyaan terakhir..anda berada di posisi mana? apa yang anda lakukan?

0 comments :